Kenali 7 Faktor yang Menurunkan Kesuburan Sebelum Mendeteksinya dengan Femometer Digital

Femometer digital kerap kali digunakan untuk menghitung masa ovulasi selama program kehamilan. Dengan tingkat akurasi tinggi, femometer digital dapat dihubungkan dengan smartphone melalui bluetooth. Namun, selain mengetahui masa subur, Anda yang sedang menjalani program kehamilan perlu mengenali hal-hal apa saja yang dapat menurunkan tingkat kesuburan. Dengan begitu, persiapan kehamilan bisa lebih maksimal.

Faktor yang Menurunkan Kesuburan Wanita

Sama seperti siklus menstruasi, masa ovulasi pun dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain stres dan faktor bawaan, tingkat kesuburan wanita juga dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat.

  1. Konsumsi alkohol

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat memicu banyak masalah pada tubuh, salah satunya ialah menurunkan kesuburan wanita. Konsumsi alkohol secara berlebih juga meningkatkan risiko endometriosis dan gangguan ovulasi. Bahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang gemar mengonsumsi alkohol cenderung melakukan terapi untuk kehamilan.

  1. Kebiasaan Merokok

American Society for Reproductive Medicine mengungkapkan bahwasanya, merokok menjadi penyebab dari 13% kasus infertilitas. Hal ini dikarenakan kebiasaan merokok dapat merusak DNA dan memengaruhi hormon. Kebiasaan merokok juga menurunkan peluang kehamilan dan berdampak negatif pada perkembangan janin. Disamping itu, nikotin dan zat kimia yang terkandung dalam rokok jika masuk ke dalam darah meningkatkan risiko terjadinya pertumbuhan sel abnormal pada rahim wanita.

  1. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, tingkat kesuburan wanita pun turut terganggu. Menurut berbagai ahli, tingkat kesuburan wanita akan menurun signifikan saat usianya akhir 30-an.

  1. Paparan zat kimia

Kesuburan dapat menurun ketika terkena paparan zat kimia industri, zat polutan, ataupun pestisida. Bahkan, angka kesuburan wanita dapat menurun hingga 29 persen. Beberapa zat kimia juga diketahui dapat memengaruhi hormon dalam tubuh.

  1. Sering mengonsumsi junk food

Mengonsumsi junk food secara berlebih ternyata dapat memperlambat kehamilan. Hal ini diungkapkan dalam jurnal Human Reproduction yang dipublikasikan oleh Oxford Academic. Sebagai gantinya, Anda dapat mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan.

Pentingnya Mengetahui Masa Subur dengan Femometer Digital

Masa subur pada setiap wanita memiliki waktu yang berbeda-beda tergantung pada siklus menstruasi. Pada masa subur inilah waktu terbaik untuk mengupayakan kehamilan. Biasanya seorang wanita akan berada dalam masa paling subur pada lima hari sebelum dan saat ovulasi.

Ovulasi ialah proses pelepasan sel telur yang matang dari ovarium menuju tuba falopi. Setiap bulannya, akan ada sel telur matang pada ovarium yang siap untuk dibuahi. Oleh karenanya, Anda harus mengetahui dengan tepat kapan masa  subur Anda terjadi.

Sekarang ini, Anda tak perlu melakukan penghitungan kalender sejak hari pertama menstruasi untuk mengetahui masa subur. Cukup dengan femometer digital, Anda bisa mengetahui kapan waktu paling subur secara akurat. Pastikan Anda tidak melewatkan masa subur, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *